Dalam pernyataannya, organisasi ini menilai jabatan Wamenaker sangat krusial dalam merumuskan kebijakan yang menyangkut jutaan pekerja, buruh, dan tenaga kerja Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, mereka juga menyoroti sejumlah persoalan ketenagakerjaan yang masih marak, seperti penyalahgunaan tenaga kerja anak, pelanggaran hak pekerja, hingga kondisi kerja yang tidak aman.

“Wakil Menteri baru haruslah seorang profesional dengan rekam jejak baik, mampu menghadapi tantangan global, dan berdedikasi tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja Indonesia,” tegas Arqam.