“Intinya ini untuk kepentingan nasional Indonesia, dan kalau bcara pertahanan adalah kedaulatan. Ketika kedaulatan itu terganggu, otomatis kita tidak bisa menikmati seperti saat ini dan untuk bisa menjaga kedaulatan, kita butuh bukan hanya SDM, tapi juga butuh alutsista yang unggul, tentunya kerja sama pertahanan termasuk salah satunya dengan Rusia untuk membangun kapasitas itu,” jelasnya.

Ditambahkannya, Indonesia juga masih menjalin kerja sama pertahanan dengan negara-negara lain seperti salah satunya Amerika Serikat. Ia menyinggung latihan bersama TNI dengan pihak angkatan bersenjata Amerika Serikat dan Rusia, hingga mengirimkan personil ke masing-masing negara itu untuk belajar.

“Jadi intinya bukan kita mau ke kiri-kanan Amerika, Rusia, dan China, kita melihat dalam kerangka yang lebih besar, dalam kepentingan nasional Indonesia, dan saat ini ketika kita ingin membangun, kita butuh stabilitas. Ketika salah melangkah, memilih salah satu pihak, itu tentunya akan menimbulkan konflik strategis,” tegasnya.