Kunjungan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus mempererat kerja sama di berbagai bidang, termasuk di sektor keamanan dan pertahanan. Presiden Prabowo dan Sergei Shoigu juga bertukar pandangan mengenai isu-isu strategis global serta potensi peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia, yang ditutup dengan jamuan santap siang.

Indonesia Tetap Netral

Sebelum bertemu Prabowo, Sergei telah melangsungkan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang potensi kedekatan Indonesia-Rusia setelah menjadi anggota BRICS, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigadir Jenderal TNI Frega Wenas Inkiriwang menegaskan Indonesia tetap memiliki prinsip bebas aktif.

“Kalau namanya kunjungan ini (Sergei Shoigu) kan pastinya ada proses, enggak tiba-tiba. Dan kita juga memperlakukan semua negara itu sama, lagi dengan politik luar negeri bebas aktif,” ungkap Frega.

Menurutnya, keputusan Indonesia untuk bergabung ke dalam BRICS hingga ke OECD kelak mencerminkan implementasi politik bebas aktif Indonesia, yang tujuannya untuk dapat merangkul mitra strategis dengan banyak negara.