“Website media ini sebetulnya adalah outlet kunci dari distribusi informasi yang hendak dihalang-halangi tersebut. Jadi ketika outlet websitenya media ini diserang, dilumpuhkan, tidak bisa diakses maka itu adalah juga sebuah bentuk censorship, sebuah bentuk menghalang-halangi kebebasan pers, sebuah bentuk kekerasan,” jelas Wahyu.
Cerminan Kondisi Jurnalis di Indonesia
Dewan Pengawas Yayasan TIFA, Natalia Soebagjo mengatakan Laporan Indeks Keselamatan Jurnalis merupakan hasil kerja sama Yayasan TIFA bersama Populix dalam program Jurnalisme Aman. Jurnalisme Aman merupakan konsorsium Yayasan TIFA, Perhimpungan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) dan Human Right Working Group (HRWG) dengan dukungan dari Keduaan Besar Belanda.
“Program ini hadir untuk menanggapi beragam bentuk risiko dan ancaman yang dialami para jurnalis di berbagai platform baik digital maupun fisik, buah dari proses transformasi teknologi dan perubahan geopolitik. Sebagai bagian dari monitoring dan kajian mengenai situasi keamanan jurnalis, Yayasan TIFA memfasilitasi penyusunan indeks keselamatan jurnalis sejak tahun 2023,” kata Natalia.

