Lalu dengan alternatif lain dicoba dengan memberikan makanan pokok pengganti yakni makan sagu lemak. Sagu yang sudah dicuci bersih dimasak campur kelapa parut dengan proses gongseng hingga kering dan garing, dan juga makanan Gubal hingga akhirnya Zakki bisa melahapnya.
Sampai dengan saat ini anak Ustadz Dasmaroni Jaya tersebut baik di rumah dan juga di tempat Pondok Pesantren Baitul Mukhlasin, selalu dibekali dan dimasakkan sagu oleh orang ibunya sebagai makanan pokok sehari hari.
Baca Juga: Noodslab Ramen Buka Lowongan Kerja di Batam, Segera Daftarkan Dirimu
Ketika ditanyakan kepada orang tuanya, Zakki tidak memiliki gangguan kesehatan pada tubuh maupun pencernaan, melainkan dirinya normal seperti umumnya.
Sedangkan untuk jenis lauk sebagai teman makan sagu lemak ini bisa lauk apa saja, akan tetapi porsi lauk yang dimakan banyak umpama porsi nasi dan sagu sebanyak porsi lauk lebih banyak lauk daripada sagu.
Baca Juga: Ansar Ahmad Pimpin Apel Siaga Satpol PP Tingkat Provinsi Kepri
Menurut keterangan yang bersangkutan Muhammad Zakki Asshidiqi mengaku ia pun bingung dan tak memahami mengapa dengan dirinya tak bisa menerima nasi sebagai makanan pokok sehari hari bukan karena tidak suka atau jijik melihat nasi bahkan jika nasi tersebut dimasak dengan cara lain seperti lontong atau ketupat dirinya bisa memakannya asal bukan nasi yang dimasak biasa.

