Masyarakat Indonesia selalu menyimpan ketertarikan mendalam terhadap kisah tempat misterius yang berada di perbatasan tipis antara fakta sejarah lokal dan mitos budaya tutur Nusantara.

Nama Saranjana kerap muncul dalam perbincangan hangat anak muda urban yang penasaran akan keberadaan kota gaib bermenang megah di kawasan pesisir Kotabaru Kalimantan Selatan.

Peta kuno buatan kartografer Salomon Muller pada tahun seribu delapan ratus empat puluh lima mencatat wilayah tersebut sebagai semenanjung kecil tanpa pemukiman penduduk modern.

Meskipun arsip resmi kolonial Belanda mencantumkan nama lokasi tersebut secara jelas, dokumen sejarah tidak pernah menemukan bukti fisik pembangunan kota berteknologi tinggi di sana.

Sensasi misteri ini justru makin memikat perhatian publik ketika banyak pelancong mengunggah potret berlatar gemerlap lampu kota misterius yang mendadak muncul pada malam hari.

Fenomena urban legend yang terus bertahan ini memperlihatkan bagaimana imajinasi kolektif kita selalu membutuhkan ruang unik untuk melepaskan diri dari penatnya rutinitas harian.