HARIANMEMOKEPRI.COM — Makanan Bakwan menjadi salah satu makanan terfavorit di hampir semua kalangan masyarakat.

Meski berminyak, Makanan Bakwan sangat disukai terutama para kaum muda yang menikmatinya dengan menggunakan saos atau sambal.

Ada berbagai macam olahan Makan Bakwan menurut namanya, seperti bakwan sayur, bakwan jagung, bakwan mi, bakwan ikan, bakwan jamur, bakwan udang, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Ikan Kaci Jadi Primadona di Lingga, Harga 1 Kilogram Capai Rp40 Ribu, Pantaskah?

Semuanya disebut bakwan, namun bagi sebagian warga masyarakat di Lingga khususnya yang tinggal di wilayah perkampungan pelosok, bukan bakwan namanya apabila tidak menggunakan ikan atau pun udang.

Karena, akan terasa sangat hambar jika tidak menggunakan dua jenis hewan laut ini.

Selalunya bakwan tanpa udang dan ikan disebut gorengan pedas, meski tanpa di bubuhi cabe bubuk atau cabe rawit, yang tentunya menikmati gorengan ini sama dengan cara menikmati bakwan.

Baca Juga: 3 Seni dan Keahlian Melaut yang Tak Bisa Dipelajari di Medsos, Nelayan Lingga Sudah Akrab dengan Ini, Apa Itu?

Makanan berupa cemilan ini sangat populer terutama di bulan ramadhan baik bakwan ataupun gorengan pedas.

Bahkan terkadang sangking sukanya sampai hampir melewatkan waktu Sholat Maghrib pada saat berbuka puasa.

Tak jarang pula ada yang sampai kekenyangan dan tak mampu untuk makan makanan lainnya alias Kekayang (bahasa salah satu perkampungan di Lingga-Red).

Baca Juga: Daun Muda Banyak Dicari Orang Tua di Lingga, Bahkan Merasa Kehilangan Jika Tidak Ada Itu, Ini Macamnya…

Efek samping dari makan makanan ini pastinya banyak yang sudah mengetahui, terutama dapat mengakibatkan batuk, kolestrol, diare, dan lain sebagainya jika terlalu banyak.

Maka yang dapat dijadikan pelajaran tentang menyukai gorengan bakwan yaitu, berhati-hatilah dengan yang disukai, meskipun itu enak.***