Mengenai keadaan Rumah kayu di Lingga, ada yang dengan posisi langsung diatas tanah berlantai semen atau papan, ada juga berbentuk panggung yang pada umumnya juga berlantai papan.
Selain untuk menghindari rerumputan liar, pembuatan rumah panggung juga dikhawatirkan terhadap hewan berbisa seperti ular, kalajengking atau lipan dan lain sebagainya.
sebab jika rumah kayu berdiri diatas tanah lembab, hewan-hewan ini lebih sering ditemukan dibawah lantai atau di sudut-sudut rumah, namun berbeda lagi dengan tujuan pembuatan rumah panggung bagi masyarakat pesisir pantai yang utamanya menghindari air laut atau gelombang pasang.
Baca Juga: Cek Fakta Kelebihan, Kekurangan, dan budget pembangunan Rumah Type 36 di Kota Batam
Berikut beberapa macam sebutan pada bahan rumah panggung atau ramu-ramu (bahasa salah satu perkampungan di Lingga-Red) serta fungsinya.
1. Tongkat atau kayu tonggak
Diatur berdiri tegak dengan cara ditancapkan ketanah, ini berfungsi sebagai kaki bagi rumah dengan bentuk panggung yang biasanya menggunakan kayu bertekstur keras dan tahan lama, hingga ke beberapa generasi misalnya seperti kayu resak, merah, balau, dedaru, sesap, nibung. yang penggunaan besar kecilnya tergantung dari besar kecil rumah.

