Saat peluncuran perdana, kata Muslim, debit air terlihat cukup bagus, bahkan semburannya mencapai sekitar 8 meter. Namun, hanya berselang tiga hari dua malam, air tidak lagi mengalir.
Menurut Muslim, ada dua alternatif yang bisa dilakukan Dinas PUPR agar sumber air lebih memadai untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Pertama, sumber air perlu diperbesar atau dikeruk guna menambah kedalaman. Kedua, harus ditambah dengan pembangunan DAM dan pipanisasi di bagian bawah agar kapasitas sumber air bertambah,” jelas Muslim.
Ia berharap, program air bersih yang telah menelan anggaran besar ini tidak lagi menjadi keluhan masyarakat ke depannya dan mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten atas bantuan program air bersih ini. Namun, kami berharap pembangunan dilakukan lebih serius dan matang agar tidak terjadi kegagalan yang merugikan masyarakat dan keuangan negara,” tutur Muslim.
Sementara itu, Haris, salah seorang tokoh pemuda Desa Musai yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua BPD, berharap permasalahan air bersih segera teratasi sebelum bulan Ramadan.

