Baca Juga: Perkampungan Ilegal WNI di Malaysia Ditemukan, 67 Orang Ditangkap karena Tak Miliki Dokumen Sah

Dengan situasi ketika itu, yang membuat Tok Co ( sapaan buat Mansur_red ) berkeinginan ke Singapura adalah karena rasa penasarannya setelah mendengar cerita tentang keadaan negeri orang yaitu Singapura dari temannya yang sudah pernah kesana.

Namun demikian selain rasa penasaran mereka juga membawa komoditi yang dapat dijual.

Seperti rotan kemudian hasilnya dibelikan mesin penggerak seperti Yanmar NT 75 maupun berupa roti kaleng Singapura.

Baca Juga: Masih Ingatkah Dengan Nike Ardilla, Sang Legenda Musik Indonesia Tak Terasa Sudah 28 Tahun Tinggalkan Kita

Sehingga pengalaman traveling dengan jiwa petualangnya menjadi sebuah cerita indah disela perbincangan dan kenangan masa lalu yang sulit dilupakan .

Selain Mansur bersama teman temannya masih banyak lagi warga masyarakat yang sudah ke Singapura dengan menggunakan sampan moda transportasi laut ini.

Ketika itu, dengan berbagai keperluan
utamanya untuk perdagangan maupun seperti di alami Mansur tersebut.

Baca Juga: Singo Edan Bersua Macam Kemayoran, I Putu Gede Manfaatkan Kelemahan Persija Jakarta

Sampan moda transportasi laut bagi masyarakat Melayu Pesisir Khususnya di Kabupaten Lingga ketika itu adalah merupakan sarana baik itu sebagai alat penunjang untuk bekerja dilaut

Untuk mengunjungi, perkampungan disekitaran, baik itu mendatangi undangan walimahan, menjenguk kerabat sakit, ziarah, menghadiri acara hiburan Joget Dangkong, dan keperluan keperluan perdagangan.***