Warga menilai listrik bukan lagi sekadar kebutuhan penerangan, melainkan kebutuhan dasar yang menunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, ibadah hingga kegiatan ekonomi.

“Kami berharap pemerintah desa benar-benar bertanggung jawab terhadap seluruh wilayah desa, termasuk Dusun Tajur Resun. Jangan menganggap persoalan penerangan ini sepele. Listrik sangat dibutuhkan untuk anak-anak belajar pada malam hari, mengaji, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” tegas Ishak.

Jika tidak ada kepastian solusi, masyarakat bahkan mempertimbangkan kembali mengupayakan pengadaan mesin penerangan secara swadaya.

Namun, mereka berharap langkah tersebut tidak menjadi solusi permanen karena biaya operasional dan perawatan cukup membebani warga.

Masyarakat berharap Pemerintah Desa Baran bersama Pemerintah Kecamatan Senayang dan instansi terkait segera berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mencari solusi perluasan jaringan listrik ke Dusun II Tajur Resun.

Warga berharap persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut sehingga masyarakat Dusun II Tajur Resun dapat menikmati penerangan yang layak sebagaimana wilayah lainnya.