Lebih lanjut, Nyanyang mengingatkan pentingnya memanfaatkan posisi strategis Kepri yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka dan Selat Philip — jalur laut tersibuk keempat di dunia dengan 90.000 kapal per tahun. Namun, Kepri baru menikmati sekitar 5 persen dari total potensi ekonomi jalur tersebut.

Sebagai perbandingan, Singapura mencatat 35–40 juta TEUs per tahun, Pelabuhan Tanjung Pelepas Malaysia sekitar 15 juta TEUs, sedangkan Batam baru mencapai 650 ribu TEUs. Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan volume kargo bisa menembus 1 juta TEUs pada tahun 2027.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengungkapkan bahwa angka pengangguran terbuka di Kepri menurun menjadi 6,60 persen tahun ini. Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah, KADIN, dan para pelaku usaha.

“Capaian ini menandakan ekonomi Kepri semakin stabil dan terkendali. Kami akan terus memberikan stimulus nonfiskal dengan mempercepat proses perizinan investasi agar lebih mudah dan efisien,” ujarnya.