“Kita berharap Provinsi Kepulauan Riau dapat kembali seperti dulu, aktif menjalin kerja sama dengan Singapura, Asia Timur, Eropa, dan Timur Tengah, serta menjadi garda depan dalam kegiatan ekonomi dan investasi nasional,” ujar Nyanyang.

Menurutnya, sektor industri menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kepri. Di Kota Batam, terdapat 32 kawasan industri aktif, tiga kawasan ekonomi khusus (KEK), serta satu kawasan yang sedang disiapkan. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi Kepri mampu menembus 12 persen untuk mendukung target nasional di kisaran 5–6 persen.

Wagub juga menyoroti potensi daerah lain di luar Batam yang mulai menunjukkan perkembangan signifikan, seperti Bintan dengan PT BAI sebagai contoh industri yang tumbuh pesat, serta Tanjung Balai Karimun dengan sektor minyak lepas pantainya yang berkembang. Namun, ia menilai pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi masih perlu didorong karena baru mencapai 2,9 persen.

“Kami berharap akan ada lebih banyak stimulus dan investasi masuk ke Tanjungpinang. Di Dompak tersedia lahan sekitar 700 hektare, dan di Senggarang sekitar 1.200 hektare yang bisa dikembangkan menjadi kawasan industri baru,” jelasnya.