Harian Memo Kepri | Batam —Jenazah AS, korban penganiayaan akibat cinta di Batam, masih terbaring kaku di RS. Bhayangkara Polda Kepri, sejak  Minggu (22/2019) sore.



Pihak keluarga pun telah mendatangi RS. Bhayangkara untuk memastikan kondisi jenazah.

“Kami datang untuk memastikan saja, apakah akan ada upaya otopsi? Tapi kami diminta untuk menelpon Polresta Barelang langsung,” kata seorang pria paruh baya yang menggunakan kacamata, salah satu perwakilan keluarga AS di rumah sakit, Minggu (22/2019) malam.



Ia pun mengatakan, saat ini beberapa anggota keluarga lainnya beserta kerabat juga telah berkumpul di rumah duka yang berada di Bukit Senyum, Kota Batam.

Darinya diketahui pula jika AS meninggalkan seorang istri.

“Kami juga masih memastikan kebenaran informasi yang beredar terkait kasus ini. Cuma jika memang ada pelanggaran, maka proses hukum harus berjalan,” tambah pria yang tak ingin namanya disebutkan ini.

Ia menambahkan, saat ini beberapa rekan juga masih berusaha menenangkan istri korban agar tabah dalam menghadapi cobaan berat ini.



Tak banyak komentar darinya, namun ia dan dua orang perwakilan keluarga lain telah sepenuhnya menyerahkan kasus ini pada pihak berwenang.

Sebelumnya, Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto, memastikan pihaknya telah mengamankan pelaku penganiayaan terhadap AS.

Namun, kasus ini pun telah ditangani langsung pihak Polresta Barelang.

Penegasan datang dari Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rahmad Purboyo.

“Masih kami sidik dan dalami,” tegasnya via Whatsapp saat dihubungi.

sumber | dok. | tribunbatam.id