Harianmemokepri |Tanjungpinang — Pulau Penyengat secara resmi telah menyandang Pulau Perdamaian yang disahkan oleh Presiden Komite Perdamaian Dunia ( World Peace Commite), Minggu ( 15 / 10 ). Pukul 11:37 WIB di Balai Adat Pulau penyengat.

Pada Kesempatan ini Hadir Plt Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Perwakilan dari Polda Kepri, Presiden Komite Perdamaian Dunia, Walikota dan wakil walikota Tanjungpinang, Pembina Himpunan melayu raya, Ketua Tokoh Adat Pulau Penyengat, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, Zuriat Kerajaan Riau-Lingga, FKPD Provinsi Kepulauan Riau dan FKPD Kota Tanjungpinang.

Menurut Panitia penyelenggara Jefry Tan, acara ini diselenggarakan oleh Komite Perdamaian Dunia dan Pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Riau dengan cara sebelumnya melalui edaran undangan dan brosur.

Sementara Raja malik selaku Zuriat Pulau Penyengat mengatakan bahwa Pulau Penyengat memiliki cendekiawan yang termasyhur dengan karya sastranya, salah satunya yaitu Raja Haji Fisabilillah yang terkenal dengan gurindam 12. Terdapat makna yang berarti di dalamnya, mulai dari pasal satu hingga pasal dua belas, pulau penyengat ini pula asal muasal bahasa melayu dan bahasa Indonesia.

Walikota Tanjungpinang H Syahrul S. Pd dalam sambutannya mengatakan ” Ini Mengulang masa kejayaan dulu Saya Berasal Dari Melayu sementara Bu Wakil walikota Hj Rahma S.Ip adalah asli dari bugis yang saat memimpin Ibukota Provinsi Kepri ini, saya sangat setuju apa yang disampaikan oleh Raja Malik tadi kita memiliki seorang ulama, cendekiawan produktif , bisa memiliki peranan penting dalam rangka menjaga intelijen perdamaian di Selat Malaka yang bernama Raja Ali Haji Fisabilillah, kita tahu pulau penyengat ini menghasilkan budayawan sastra yang terkenal yaitu gurindam dua belas,” katanya.