Namun, penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan aktivitas bermain secara langsung agar anak-anak tetap aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

“Era digital tentu memiliki nilai positif, tetapi kita juga harus mengenalkan permainan di luar gadget kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Momentum Hari Anak Nasional ini juga menjadi pengingat pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam memenuhi hak-hak anak.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap berbagai program ramah anak terus diperkuat, sekaligus mendorong pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya yang patut dijaga oleh generasi penerus bangsa.