Harianmemokepri | Tanjungpinang — Para penyair dan budayawan se Nusantara, Malaysia dan Singapura melakukan ziarah budaya di Pulau Penyengat menelusuri jejak Raja Ali Haji, Rabu (30/10).
Kegiatan yang dipandu oleh Aswandi Syahri ini dimulai dengan berkunjung ke Makam Raja Ali Haji, kemudian ke bekas tapak Rusdiyah Club, rumah pengarang Riau Lingga Mohd Abu Adnan, yang disemua tempat kunjungan diselingi dengan pembacaan Gurindam dan syair.
Siap acara tersebut, selanjutnya santap siang di balai adat sekaligus untuk berdiskusi terhadap karya seni Gurindam Dua Belas oleh presiden penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bahri.
Walikota Tanjungpinang yang diwakili oleh Staff Ahli Marzun Hendri atas nama pemerintah daerah Kota Tanjungpinang memberikan apresiasi kepada Yayasan Jembia yang telah melaksanakan kegiatan Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2019 yang ke dua kalinya.
“Semua kegiatan yang telah disusun oleh panitia pelaksana sangat menarik sekali, yang di dalamnya terdapat puisi dan pantun serta menelusuri jejak sastra karya Raja Ali Haji,” ucapnya.
“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini bisa mempererat silaturahmi antara sesama penyair, seniman negeri tiga serumpun khususnya Malaysia dan Singapura”
“Dengan melalui seminar sastra ini bisa memberikan nilai tambah yang muttakhir untuk peradaban bangsa dan dengan menelusuri jejak ke penyairan Raja Ali Haji sekaligus pahlawan nasional bisa memberikan kearifan baru khususnya bahasa dan sastra” ujar Marzun Hendri.
Salah satu peserta seminar sastra dari Lampung Barat, Muhammad Sarjuli mengatakan bahwa dengan perkumpulan para penyair ini, dirinya mengaku mendalami tentang sastra dan bahasa, “Disini kita tidak ada namanya senior dan junior tetapi sama-sama belajar tentang sastra dan budaya,” ucapnya.
Pantauan harianmemokepri.com, hadir dalam seminar dan ziarah budaya ini staff ahli, Camat Tanjungpinang Kota Nasrizal S. Sos, Hardi Slamet Hood dan Kominfo Kota Tanjungpinang.
Penulis | Indrapriyadi









