Ansar juga menjelaskan bahwa Kepri saat ini terus memperkuat pembangunan infrastruktur dan konektivitas digital, sekaligus mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan status Free Trade Zone (FTZ) untuk menarik investasi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik langkah kolaboratif ini. Menurutnya, sinergi antardaerah akan membuka peluang besar, terutama dalam ekspansi ekonomi dan pertukaran budaya.
“Ini bukan hanya kerja sama ekonomi, tapi juga pertukaran nilai-nilai budaya dan pengembangan sektor pariwisata. Pertemuan ini bisa jadi awal dari banyak peluang yang lebih besar,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa kolaborasi adalah kebutuhan saat ini.
“Sektor pertanian kami cukup kuat dan sebagian besar mengalami surplus. Tapi kami tidak bisa jalan sendiri. Kami butuh jejaring dan kerja sama agar hasil ini bisa memberi manfaat lebih luas,” katanya.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda juga mengaku banyak belajar dari Kepri, khususnya dalam hal pengelolaan KEK dan pemberdayaan UMKM.

