Tanjungpinang – Penutupan malam Festival Kuliner Nusantara dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang berlangsung meriah di Pelantaran Taman Laman Boenda Gedung Gonggong Tepi laut, Minggu ( 27/03 ) malam.

Pada malam penutupan ini dimeriahkan dengan kesenian tradisional dari Pulau Sangir Sulawesi Utara serta doorprize menarik bagi pengunjung yang hadir.

Adapun juara pemenang stand yakni juara I stand Paguyuban Pasundan, II stand Melayu Lingga dan juara III stand PKK Kota Tanjungpinang.

Pamong Budaya Madya pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Safaruddin menjelaskan dengan menampilkan bazar kuliner makanan Nusantara dari berbagai daerah dan perlombaan memasak seperti lomba memasak asam pedas ikan sembilang sebagai makanan khas Tanjungpinang kemudian masak rendang bersama serta penyajiannya untuk mewakili masakan nusantara yang sudah mendunia.

“Selain itu juga lomba memasak Kuliner Nusantara kreasi yang melibatkan generasi muda mahasiswa dan pelajar yang tidak kalah menarik pada kegiatan perhelatan kita kali ini adalah setiap berbelanja pengunjung diwajibkan menukarkan uang dengan alat yang telah disiapkan di dalam berlaku hanya di dalam lingkungan festival ini saja yaitu alat tukar disebut dengan uang keton uang yang dipakai pada masa dahulu,” jelasnya.

Dalam dua hari pelaksanaan Festival Kuliner ini, lanjut Safaruddin, peredaran uang cukup banyak setelah ditukarkan oleh para pemilik gerai-gerai yang ada pada kali ini tercatat lebih dari 50 juta Rupiah.

“Sebanyak 50 juta merupakan sesuatu yang cukup besar bagi mereka yang di bidang usaha mikro ini, selain menjadi transaksi bagi warga masyarakat kegiatan ini merupakan wadah untuk komunikasi dan promosi bagi pelaku usaha dan masyarakat selama lebih kurang 2 tahun akibat pandemic covid-19. Saat ini pandemic Corona belum berakhir namun di sisi lain ekonomi juga harus bergerak untuk itu pelaksanaan ini telah disesuaikan dengan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Pada kesempatan sama, Budi Harto S,sos M.A Staff Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau mengatakan secara geografis Kepri ibarat miniatur Indonesia dengan lautan seluas 96% dan 4% luas daratan serta mempunyai 2408 pulau yang tersebar dari serat Malaka selat Karimata Laut Natuna berbatasan langsung dengan hampir semua negara Asean.

“Pertumbuhan ekonomi secara agregat juga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional dalam berbagai sektor oleh karena itu terus berbenah untuk menumbuhkembangkan sektor unggulan dengan strategi pembangunan berbasis keunggulan orientasi salah satu misi yang diusung oleh pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yaitu percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi maritim berwawasan lingkungan dan keunggulan wilayah untuk peningkatan kemakmuran masyarakat,” terang Budi.