Harian Memo Kepri |Tanjungpinang —Melihat perkembangan masalah sampah plastik yang sudah mendunia, gerakan world Cleanup Day ( WCD) mengadakan kegiatan bersih sampah yang melibatkan 13 juta relawan di seluruh Indonesia, Sabtu (21/09).

Kegiatan Dengan Tema ” Cleanup for Peaceful Indonesia” ini juga dalam rangka memperingati hari perdamaian dunia.

Diketahui, World Cleanup Day merupakan sebuah gerakan kampanye aksi bersih terhadap sampah.



Gerakan ini di inisiasi oleh Let’s Do It World di Estonia yang memulai aksi sejak 2008. Namun World cleanup day sendiri adalah yang pertama di laksanakan di dunia pada 15 September 2018 melibatkan 157 Negara dan mengumpulkan lebih dari 18 juta relawan yang bergabung dalam aksi cleanup tersebut.



Menurut Plt. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau yang di wakili oleh Sekda Provinsi Kepri TS Arief Fadillah S. Sos, gerakan peduli sampah ini juga melibatkan warga Kepri, bersama elemen baik dari pemerintah, swasta, sekolah, komunitas, dan masyarakat umum.



Momentum ini, kata Sekda, menunjukkan betapa pentingnya kita semua, seluruh warga masyarakat untuk bergerak bersama tanpa harus saling menuding siapa yang harus bertanggung jawab.

“Sebaiknya kita bersama sama mencegah dan mengelola sampah dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua WCD Kepri yang diwakili oleh Sekretaris WCD Renald S Yudi menyampaikan, terdapat 7 kabupaten/kota yang siap bergerak membersihkan lingkungan di Kepri, dimana titik lokasi utama masih di daerah Plantar 1 dan 2 KUD dan Kampung bugis Kota Tanjungpinang, sementara titik kumpul mulai di Gedung daerah.

Selain aksi pembersihan, juga diadakan Eco Bazaar, untuk perlombaan daur ulang limbah.

“Ini mimpi kami untuk seluruh relawan yang targetnya 100.000 relawan se-Kepri turun dalam aksi ini. Kami berharap Kepri bebas dari sampah serta di tetapkan satu hari Kepri Bersih dan masuk dalam agenda tahunan,” jelasnya.

Di Kota Tanjungpinang terdapat 6 titik lainnya selain di titik utama, di antaranya adalah Rimba Jaya, Kampung Bulang, Pulau Penyengat, Kampung Bugis, Bintan Centre dan Kampung Sidomulyo.

Sementara Kabupaten Bintan Juga Bergerak sesuai surat edaran dari Bupati Bintan.

Adapun jenis sampah yang terkumpul adalah plastik, kain, botol plastik, kaca, besi, potongan kayu, sterofoam, karpet, puntung rokok dan pampers.

Lokasi aksi bersih berupa pantai, laut, dermaga, sungai, permukaan, jalan dan sekolah.

Renald berharap masyarakat dapat mengerti akan pentingnya kebersihan lingkungan, karena kepedulian lingkungan dibutuhkan dari kerjasama semua pihak untuk saling mendukung dan menjaga.

“Pelan-pelan gaya hidup ramah lingkungan akan menjadi kebiasaan jika akan terus dilakukan. Semua kembali lagi pada kesadaran masing-masing individu dan kemauan pribadi untuk menjaga lingkungan,” tutupnya.


 Penulis | Indrapriyadi.