Bronjong, lanjut Rodi, merupakan struktur anyaman dari kawat baja yang digunakan untuk menstabilkan lereng.

Konstruksi ini umumnya dipakai dalam proyek perlindungan pantai maupun reklamasi tanah karena kokoh dan memiliki daya tahan tinggi.

Penanganan permanen ini dilakukan setelah sebelumnya sempat dilakukan penanganan sementara pascalongsor pertama pada 21 November 2024. Namun, upaya sementara tersebut dinilai tidak efektif.

Akibat tingginya curah hujan pada awal 2025, longsoran kembali terjadi pada 10 Januari 2025.

Kondisi itu menyebabkan bahu jalan semakin amblas dan tiang lampu jalan roboh ke badan jalan.

“Alhamdulillah, penanganan longsoran ini telah selesai, dan masyarakat pengguna jalan kini dapat melintas dengan nyaman dan lancar,” ujar Rodi.

Saat ini, lokasi pekerjaan masih ditutup sementara menggunakan barrier demi menghindari kemacetan.

Penutupan dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Dishub Kota Tanjungpinang, serta Satlantas Polresta Tanjungpinang, guna menghindari kemacetan di kawasan tersebut.