Menurut Hendi Antoni, sebelumnya warga dan pihak UPTD 5 telah sepakat bahwa masyarakat akan memperbaiki saluran drainase secara swadaya, sementara UPTD akan menangani pengaspalan jalan setelah drainase dirapikan.

Namun setelah satu bulan, pekerjaan pengaspalan belum juga direalisasikan, hingga akhirnya kini perbaikan mulai dikerjakan.

“Waktu itu orang provinsi meminta drainase diperbaiki, dalam jangka waktu 10 hari katanya segera diaspal. Tapi setelah warga mengerjakan drainase, tidak ada kabar,” keluh Toni dalam pemberitaan sebelumnya.

Kini, dengan dimulainya pengerjaan jalan tersebut, masyarakat berharap proses perbaikan dapat rampung dan kembali memberikan kenyamanan serta keselamatan bagi pengendara yang melintas.