Israel telah berulang kali menuduh Hizbullah menggunakan bandara Beirut untuk mentransfer senjata dari Iran. Para pejabat Hizbullah dan Lebanon berulang kali membantah klaim Israel itu.
Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Lebanon mengatakan pada Kamis (13/2)bahwa pihaknya telah “menjadwal ulang sementara” beberapa penerbangan termasuk dari Iran hingga 18 Februari karena pihaknya menerapkan “langkah-langkah keamanan tambahan.”
Tanggal tersebut bertepatan dengan batas waktu implementasi penuh perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.
Berdasarkan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 27 November, militer Lebanon akan dikerahkan di selatan bersama pasukan penjaga perdamaian PBB ketika tentara Israel menarik diri selama periode 60 hari, yang kemudian diperpanjang hingga 18 Februari.
Militer Israel bersiap untuk menarik diri dari wilayah Lebanon dan menyerahkan wilayah tersebut kepada tentara Lebanon “sesuai batas waktu” yang ditetapkan oleh perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika-Prancis, kata seorang pejabat senior keamanan Israel.

