Pasukan akan mengambil “tindakan tegas untuk mencegah pelanggaran ketertiban umum dan menangkap pembuat onar,” imbuh militer Lebanon.

UNIFIL menuntut “penyelidikan penuh dan segera oleh otoritas Lebanon”.

“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan mungkin merupakan kejahatan perang,” kata pasukan penjaga perdamaian UNIFIL.

“Kami menuntut penyelidikan penuh dan segera oleh pihak berwenang Lebanon dan agar semua pelaku diadili.”

Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Jeanine Hennis-Plasschaert menggambarkan insiden itu sebagai suatu hal yang “tidak dapat diterima.”

“Tindakan kekerasan seperti itu mengancam keselamatan staf PBB yang bekerja tanpa kenal lelah untuk menjaga stabilitas di Lebanon, terkadang dengan risiko pribadi yang besar,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Tenggat Gencatan Senjata

Hizbullah masih memiliki basis kekuatan yang cukup besar di Lebanon bahkan setelah setahun berperang dengan Israel dan tersingkirnya sekutunya, Bashar al-Assad, di negara tetangga, Suriah, yang sangat melemahkan kelompok itu.