“Tesla jelas menghadapi tantangan di Eropa dan masalah citra Musk menambah hambatan tersebut,” kata analis Wedbush Securities Dan Ives kepada kantor berita AFP dalam sebuah pesan. Ia memperkirakan sekitar 10 hingga 15 persen dari kendala tersebut muncul akibat sentimen anti-Musk.
Harga saham Tesla sempat melonjak pascapemilihan presiden AS 2024, seiring keyakinan investor bahwa kedekatan Musk dengan Trump bisa menguntungkan perusahaan-perusahaannya.
Namun, angka penjualan yang buruk di Eropa tampaknya telah meredam optimisme itu, setidaknya untuk saat ini, dan menimbulkan kekhawatiran bahwa apa yang populer di Amerika Serikat bisa jadi merugikan Tesla di tempat lain.
Pandangan politik Musk di Eropa, khususnya di Jerman, “bukan hal terbaik untuk penjualan Tesla,” kata Ives, sambil menambahkan, “Ini seperti menaruh mustard di atas sepotong pizza.”
Selain menghadapi kesulitan di Eropa, Tesla juga bersaing ketat dengan produsen otomotif seperti BYD di China, pasar kunci untuk kendaraan listrik.

