Namun, Jepang telah kembali membuka dan melanjutkan aktivitas diplomatik dan kemanusiaan di Afghanistan.

Sebagai pelaksana lawatan tersebut, Nippon Foundation menyoroti “kondisi kejam di mana perempuan dan anak-anak di Afghanistan dipaksa hidup di dalamnya.”

“Kami ingin mereka mengakui kebutuhan untuk menerima bantuan kemanusiaan yang luas dari masyarakat internasional untuk kelompok rentan,” ujar yayasan tersebut kepada AFP saat menjelaskan mengapa mereka mengundang Taliban untuk berkunjung. [rs]