HARIANMEMOKEPRI.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Misni, menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kepri Tahun 2026 di Aula Bank Indonesia Batam Center, Kamis (7/5/2026).
Dalam sambutannya, Misni menegaskan bahwa Kepri memiliki posisi strategis sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus provinsi kepulauan dengan karakteristik geografis didominasi lautan hingga 98 persen.
Wilayah ini terdiri dari 2.028 pulau, termasuk 22 pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Karakteristik geografis maritim ini menghadirkan tantangan besar, khususnya terkait efisiensi logistik, rantai pasok antar pulau yang rentan terhadap anomali cuaca, disparitas harga, hingga keterbatasan produk pertanian lokal,” ujar Misni.
Ia menambahkan, tantangan lain juga muncul pada aspek kelembagaan tata niaga pangan serta tekanan inflasi pada sejumlah komoditas utama.
Berdasarkan data April 2026, inflasi tahunan Kepri tercatat sebesar 3,06 persen, lebih tinggi dibandingkan nasional yang berada di angka 2,42 persen.

