“Walaupun kontribusi Kepri terhadap PDRB Sumatera sekitar 7,30 persen, akselerasi pertumbuhan ekonomi kita merupakan yang tercepat. Ini harus terus dijaga bersama,” kata Sekda Kepri.

Ia juga menyoroti tingginya mobilitas wisatawan domestik yang mencapai 1.145.198 perjalanan pada Januari–Maret 2026, tertinggi sejak 2019. Kondisi ini turut berdampak pada peningkatan tarif transportasi udara.

Di sisi lain, kinerja ekspor Kepri ke Singapura tetap kuat dengan nilai mencapai 646,84 juta dolar AS, didominasi komoditas bahan bakar mineral, mesin listrik, dan mesin mekanik.

Akhir sambutannya, Misni berharap forum TPID dan TP2DD ini mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengendalian inflasi serta percepatan digitalisasi daerah.

“Ke depan, TPID akan terus memperkuat stabilisasi pasokan dan distribusi melalui GNPIP, sementara TP2DD harus mendorong percepatan digitalisasi untuk efisiensi ekonomi daerah,” tutup Misni.