“Alhamdulillah, kegiatan ini betul-betul dimanfaatkan masyarakat. Semoga ini bisa membantu kondisi ekonomi warga yang sedang lesu. Ini bukti nyata komitmen pemerintah melalui OPD-OPD,” ujar Lis.

Ia menambahkan bahwa harga kebutuhan pokok di bazar ini selisih antara Rp3.000 hingga Rp6.000 lebih murah dibanding harga pasar.

Hal ini juga sebagai bagian dari mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Contohnya cabai di pasar bisa Rp42 ribu, di sini hanya Rp38 ribu. Jadi harga di sini menyesuaikan dengan program nasional untuk menjaga ketahanan pangan,” tambahnya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPP Tanjungpinang, Yoni Fadri, mengatakan nilai transaksi pada bazar kali ini mencapai sekitar Rp70 juta.

Bazar murah ini juga menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Kegiatan ini dibuat sebagai kebijakan untuk membantu warga menjelang Idul Adha. Kupon yang beredar saat ini sebanyak 350 lembar,” jelas Yoni.

Bazar murah berlangsung hingga Senin, sementara Gerakan Pangan Murah (GPM) akan digelar pada Selasa dan Rabu di Jalan Teuku Umar, tepatnya di samping Bank BNI.

“Harapannya masyarakat bisa belanja dengan harga murah dan langsung dari petani. Semoga ini bermanfaat menjelang Idul Adha nanti,” pungkas Yoni.