“Menghadapi tantangan ini, kami akan segera mematangkan pelaksanaan task force bersama BP Batam,” tambahnya.

Sebagai bagian dari langkah konkret, Kementerian Investasi juga akan kembali menempatkan desk layanan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam.

Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses perizinan dan mempermudah komunikasi dengan berbagai kementerian dan lembaga.

Pihaknya ingin proses ini berjalan lebih taktis. Karena hambatan investasi kerap terkait perizinan, iklim usaha, dan daya saing.

“Task force dan desk layanan ini kami harapkan dapat mempercepat penyelesaian kendala tersebut di Batam,” jelas Todotua.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyambut baik kunjungan dan langkah strategis tersebut.

Ia menyatakan kesiapan BP Batam untuk berkolaborasi dan mendukung penuh berbagai upaya percepatan investasi.

Li Claudia Chandra menyambut baik hadirnya task force dan desk layanan Kementerian Investasi di BP Batam.

“Ini adalah langkah strategis yang menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan iklim investasi yang lebih ramah dan kompetitif,” tutup Li Claudia.