Baca Juga: Berikut 6 Rekomendasi Film Sejarah Islam Yang Penuh Inspiratif, Simak Penjelasannya
“Iya benar, sebanyak 10 orang remaja yang melakukan perang sarung telah diamankan di Polsek Bintan Utara, mereka datang didampingi oleh para orang tua masing-masing, Di Polsek mereka mengakui hanya untuk bersenang-senang saja dan mereka bukan dari 2 kelompok yang berbeda namun mereka 1 kelompok dan saling mengenali bahkan mereka teman sepermainan,” ujar Iptu Alson
Para remaja mengakui dengan viralnya di media sosial aksi yang mereka lakukan membuat masyarakat resah seolah-olah perang sarung tersebut dari 2 kelompok mereka, dan para orang tua tersebut sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh anak-anaknya,
Sehingga menyerahkan kepada Polisi untuk tindak lanjutnya, Mereka berjanji tidak akan melakukan perang sarung lagi kedepannya bahkan remaja tersebut membuat surat pernyataan yang ditandatangani yang disaksikan oleh orang tua masing-masing.
Baca Juga: Polsek Batu Ampar Salurkan 30 Paket Bahan Pokok Penting Kepada Masyarakat Membutuhkan
Iptu Alson juga menjelaskan bahwa remaja-remaja tersebut diberikan sanksi berupa melakukan ibadah selama 3 malam berturut-turut yaitu melaksanakan Sholat Taraweh, membaca Al-quran (tadarus),
Dan mendengarkan tausiah atau ceramah dari ustaz dan imam Musholla, tempatnya pun di Musholla yang ada di lingkungan Polsek Bintan Utara.
Baca Juga: Ternyata Ini Dia 6 Masalah Kesehatan Pada Saat Berpuasa, Berikut Penjelasan Serta Solusinya
“Alhamdulilah ternyata remaja-remaja tersebut tadi malam hadir semua, mereka juga dengan serius mendengarkan ceramah dari Ustaz Abdullah Warsito, Kemudian remaja tersebut melaksanakan Taraweh bersama dengan personil Polsek Bintan Utara, juga membaca Al-Quran (tadarus) di Musholla,” tambahnya.

