Selain pembinaan keagamaan Islam, pihak lapas juga memastikan kegiatan pembinaan rohani bagi warga binaan dengan keyakinan lain tetap berjalan sesuai agama masing-masing.

Di sisi lain, pihak lapas juga mencatat masih adanya warga binaan yang belum memiliki kemampuan membaca. Saat ini terdapat sekitar 12 WBP yang masih buta huruf.

Untuk mengatasi hal tersebut, Lapas Narkotika Tanjungpinang juga akan menjalankan program pendidikan dasar berupa belajar membaca guna meningkatkan kemampuan literasi warga binaan.

“Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membentuk pribadi WBP yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas,” kata Fauzi.

Sementara itu, terkait kebutuhan air bersih, pihak Lapas Narkotika Tanjungpinang telah mengajukan pemasangan sambungan air dari PDAM Tirta.

Pengajuan tersebut telah disetujui dan saat ini tinggal menunggu aliran air mulai berjalan.

“Sudah di-acc, tinggal mengalir saja. Kabarnya dalam waktu dekat PDAM akan mulai mengalir, hanya saja saat ini masih terkendala musim kemarau,” ungkapnya.