Selain itu, turut dibahas koordinasi teknis terkait penyusunan kurikulum pendidikan keagamaan yang akan disinkronkan dengan Kementerian Agama.

Langkah ini bertujuan agar program pembinaan memiliki standar yang jelas dan diakui secara resmi.

BAZNAS Kepri juga menyatakan kesiapan untuk mendukung kebutuhan sarana dan prasarana pembinaan melalui mekanisme pengajuan resmi dari pihak Lapas.

Tidak hanya itu, dukungan juga akan diberikan dalam aspek kesehatan lingkungan, salah satunya melalui kegiatan fogging guna mencegah penyebaran penyakit menular di dalam lapas.

Fauzi Harahap menyampaikan bahwa sinergi ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan transformasi pembinaan yang lebih humanis dan berbasis nilai keagamaan.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi warga binaan, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan,” ujar Fauzi

Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta lingkungan pembinaan yang lebih baik serta mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan setelah menjalani masa pidana.