HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Bintan (Pemkab Bintan) kembali menggelar Job Fair 2026 sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran.

Kegiatan berlangsung di Kantor Administrasi KEK Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Jumat (12/6/2026), menyediakan sebanyak 1.309 lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan.

Sekitar 300 pencari kerja turut memadati lokasi kegiatan sejak pagi untuk mencari informasi dan peluang kerja ditawarkan perusahaan peserta.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan Santo menyampaikan bahwa pelaksanaan Job Fair merupakan salah satu program strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Menurutnya, jumlah lowongan yang tersedia dalam kegiatan Job Fair terus mengalami peningkatan setiap tahun.

Pada 2024, Job Fair di kawasan PT Bintan Alumina Indonesia menyediakan 753 lowongan pekerjaan, sedangkan kegiatan serupa di kawasan Lagoi menghadirkan 810 lowongan.

“Pada tahun 2025 jumlah lowongan meningkat menjadi 1.122. Tahun ini kembali bertambah menjadi 1.309 lowongan yang tersedia selama pelaksanaan Job Fair pada 12 hingga 13 Juni 2026,” ujar Santo

Sementara itu, perwakilan PT Bintan Alumina Indonesia, Hao Wei Shong, mengapresiasi penyelenggaraan Job Fair dinilai menjadi wadah efektif untuk mempertemukan dunia usaha dengan pencari kerja.

Ia menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi mendukung penuh upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Job Fair merupakan sarana yang sangat positif untuk mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Bintan,” katanya.

Sekretaris Daerah Ronny Kartika menegaskan bahwa Job Fair 2026 merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya keselarasan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja melalui konsep link and match.

“Pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan harus terus disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang,” terang Ronny.

Usai penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya Job Fair 2026, kemudian diakhiri dengan peninjauan stan perusahaan dan sesi foto bersama.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai pada pukul 11.15 WIB. Melalui Job Fair 2026, Pemerintah Kabupaten Bintan berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.