
“Rumah Bahagia Bintan bukan sekadar nama tempat, tetapi juga menggambarkan semangat untuk menghadirkan pelayanan yang humanis dan penuh kepedulian. Di tempat ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh perhatian, pembinaan, dan dukungan sehingga mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ujar Reda.
Ia menambahkan, keberadaan Rumah Bahagia menjadi contoh penting bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
“Semangat yang ada di Rumah Bahagia ini perlu dijaga dan dikembangkan. Pemerintah harus hadir untuk memastikan setiap masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak, perlindungan, dan kesempatan untuk tumbuh serta berdaya,” katanya.

