HARIANMEMOKEPRI.COM – Warga Kelurahan Pemping, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam berharap adanya bantuan boat pompong dengan kapasitas muatan sekitar 40 hingga 50 penumpang guna menunjang transportasi anak-anak sekolah dan para guru menuju Pulau Kasu.
Hal tersebut disampaikan Azhar, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Mongkol, terkait kebutuhan transportasi laut bagi pelajar dan tenaga pendidik di wilayah tersebut. Selasa, (10/03/26).
Menurut Azhar, saat ini jumlah siswa-siswi bersama guru yang setiap hari menyeberang menuju Pulau Kasu mencapai lebih dari 40 orang.
Sementara boat yang digunakan untuk mengantar mereka hanya mampu menampung sekitar 25 orang penumpang.
Kondisi tersebut dinilai kurang memadai dan cukup berisiko, terutama ketika cuaca buruk atau saat musim angin kencang yang kerap terjadi di perairan setempat.
Boat yang digunakan sekarang paling banyak hanya bisa memuat sekitar 25 orang, sementara jumlah siswa dan guru lebih dari 40 orang.
“Kalau musim angin kencang tentu sangat mengkhawatirkan karena berisiko terjadi kecelakaan laut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan boat yang lebih besar sebenarnya sudah lama diusulkan oleh pihak masyarakat bersama pemerintah kelurahan.
Bahkan proposal permohonan bantuan juga telah diajukan kepada sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Pemping.
Dirinya bersama pihak kelurahan sebelumnya sudah mengajukan proposal kepada perusahaan yang ada di wilayah Pemping.
“Harapannya bisa dibantu boat dengan ukuran sekitar 38 sampai 40 kaki atau lebih dari 12 meter,” jelasnya.
Azhar menambahkan, kebutuhan tersebut sangat penting mengingat kondisi perairan di wilayah Pemping tergolong pusat pertemuan mata angin yang menyebabkan gelombang laut cukup tinggi hampir sepanjang waktu.
Boat Pompong Sekolah Pelajar nya, transportasi laut yang lebih layak dan aman sangat dibutuhkan agar aktivitas pendidikan anak-anak di wilayah kepulauan tetap berjalan dengan baik.
Untuk itu, pihaknya berharap Pemerintah Kota Batam dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan transportasi laut bagi pelajar dan guru di wilayah kepulauan.
“Kami berharap pemerintah daerah khususnya Kota Batam bisa memberikan perhatian terhadap kebutuhan ini, karena menyangkut keselamatan serta kelancaran pendidikan anak-anak di wilayah kepulauan Batam,” tutupnya.

