“Ini menunjukkan sinergi untuk bersama mewujudkan Batam yang maju, bersih, indah, dan nyaman untuk kita semua. Betapa pekerja sangat menyadari Batam adalah rumah kita, yang harus kita jaga bersama dan kita ciptakan menjadi lebih indah, bersih, aman, dan nyaman,” ujar Kamaluddin.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh kepada seluruh pekerja, sekaligus mengapresiasi aksi unjuk rasa yang berlangsung aman, tertib, dan kreatif. Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kota Batam-Kepri tersebut mencerminkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi.
Dalam peringatan May Day itu, KC FSPMI Kota Batam menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
Di antaranya meminta percepatan pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi, penghapusan sistem outsourcing, serta penolakan terhadap upah murah yang dikenal dengan istilah HOSTUM.
Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 ini pun menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan pekerja.

