HARIANMEMOKEPRI.COM — Pengrajin Batu Bata Kota Batam tidak mengenal lelah berproduksi walaupun akhir-akhir ini hujan selalu saja turun.
Hujan dengan intensitas sedang hingga deras tidak menjadi penghalang perjuangan Pengrajin Batu Bata Kota Batam untuk mencari pundi-pundi rupiah.
Api semangat para Pengrajin Batu Bata Kota Batam ini tetap berkobar dan membara, selayaknya tempat pembakaran tanah liat untuk dijadikan produk batu batanya.
Abdul Roup, perajin batu bata di Kampung Mangun Harjo Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung Kota Batam mengatakan, pantang menantang hujan menjadi prinsipnya dalam memproduksi batu bata.
Hujan tetap bisa mengguyur bumi, namun Ia masih tetap bisa mencetak setiap keping batu bata. Pencetakan memakai alat manual dikenal dengan bata pres , masih dilakukan olehnya.
Hujan tetap mengguyur, namun ia mengandalkan tobong, yaitu sebuah rumah khusus untuk produksi batu bata.
Baca Juga: LTN NU Kota Tanjungpinang Besok Gelar Seminar Aswaja, Bakal Seru Acaranya, Ikuti dan Saksikan
Ia mengatakan, tobong dalam kearifan lokal produsen batu bata, menjadi pusat kehidupan. Sejak pagi hingga sore Ia masih bergulat dengan tanah.
Tobong kerap dibuat luas dengan lantai tanah, area pencetakan, area penyimpan tanah siap olah dan area pembakaran.
Tobong menjadi pusat dan sumber kehidupan perajin batu bata untuk berlindung dari hujan, panas dan berbagai kondisi cuaca.
Baca Juga: Ini Dia Pekerjaan Nelayan Lingga saat Musim Angin Utara, dari Kerja Bangunan Hingga Petani Musiman
“Tobong kerap dilengkapi balai-balai tempat tidur, istirahat, sehingga aktivitas harian sebagai pemilik usaha kecil produsen batu bata terpusat di tobong. Rumah jadi tempat istirahat kala malam, sehingga tobong dibuat dengan bahan yang bagus,” terang Abdul Rouf.
Untuk segi pemasaran pada umumnya bata ini banyak yang datang untuk membeli dari kontraktor, masyarakat umum, pengembang properti yang ada di kota batam.
Untuk alat teransportasi pengantaran batu bata ini bisa di bawa sendiri ataupun di jemput dengan mengunakan truk.
Baca Juga: Konser Dewa 19 Berhasil Hibur Penonton, Namun di Medsos Banyak Cuitan Kekecewaan, Ini Faktanya
Harga perbata berfareasi tergantung pengambilan batanya besar atau kecil, dan juga membawanya mau di jemput dengan kendaraan sendiri atau tidak.
“Jika tidak, maka tobong bata ini menyediakan kendaraan sendiri dan diantar sampai kerumah atau tujuan yang dituju,” ujarnya.
Menurut Lukman yang ditemui harianmemokepri.com di tobongnya yang terletak di Jalan Trans Barelang Tembesi mengatakan, banyak yang bekerja sehari-harinya sebagai pengrajin bata sehingga masyarakat khususnya Kota Batam tidak harus jauh-jauh jika membutuhkan bata.
“Ditempat kami banyak bagus kuat dan rapi, dijamin tidak mengecewakan,” ucapnya.

