“Posyandu tidak bekerja sendiri, tetapi menjadi mitra OPD, camat, dan lurah. Karena itu, kader harus memahami perannya secara tepat,” katanya.
Ia menambahkan, Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan dasar masyarakat.
Oleh sebab itu, kualitas sumber daya kader menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program di tingkat lapangan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, menyebutkan bahwa transformasi Posyandu saat ini menuntut kader untuk terus meningkatkan kapasitas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan peran.
“Posyandu kini berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat berbasis komunitas, tidak hanya terbatas pada layanan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan bimtek ini, para kader dapat semakin kompeten dalam mengelola program secara efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

