“Seharusnya sudah masuk Rewak Cup III, namun karena efisiensi anggaran tahun lalu, kegiatan baru dapat dilaksanakan kembali tahun ini,” ungkapnya.

Ia mengakui berbagai keterbatasan fasilitas menjadi tantangan tersendiri. Namun, melalui semangat gotong royong masyarakat, kebutuhan sarana dan prasarana seperti tribun penonton dapat terpenuhi.

Menurutnya, selain sebagai ajang olahraga, turnamen ini juga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi pertandingan.

“Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku UMKM selama turnamen berlangsung,” ujar Deva Syafutra

Turnamen ini didukung anggaran APBDes 2026 sebesar Rp70 juta untuk hadiah, sementara biaya persiapan berasal dari keuntungan turnamen Rewak Cup I di tahun 2024.

Sekda Anambas, Sahtiar, secara resmi membuka turnamen dengan melakukan tendangan perdana.

Dalam sambutannya, Sahtiar mengapresiasi kekompakan panitia dan pemerintah desa dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.