HARIANMEMOKEPRI.COM – Misteri hilangnya seorang remaja perempuan berusia 15 tahun berinisial S, warga Dusun Terdun, Desa Rewak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, akhirnya terungkap.

Setelah sempat dicari selama hampir dua hari, remaja tersebut kembali ke rumah dalam keadaan selamat pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapolsek Jemaja Iptu Sutomo mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab remaja tersebut tidak pulang ke rumah sejak Jumat (26/6/2026).

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa S sebelumnya pergi ke Letung untuk menjual gula aren milik keluarganya.

Namun, usai bertransaksi, ia menyadari uang hasil penjualan tersebut hilang di perjalanan.

Karena panik dan takut mempertanggungjawabkan kehilangan uang itu kepada keluarganya, S memilih mencari kembali uang yang hilang dengan menyusuri jalur yang telah dilaluinya.

Setelah pencarian tidak membuahkan hasil, ia memutuskan bersembunyi dan tidak kembali ke rumah.

“Yang bersangkutan merasa takut setelah kehilangan uang hasil penjualan gula aren yang menjadi tanggung jawabnya. Faktor itulah yang menyebabkan ia memilih tidak pulang,” ujar Iptu Sutomo.

Kapolsek juga meluruskan isu yang sempat berkembang di tengah masyarakat bahwa remaja tersebut pergi bersama seorang laki-laki.

Menurutnya, informasi tersebut tidak terbukti berdasarkan hasil pendalaman yang dilakukan polisi.

“Dugaan bahwa yang bersangkutan meninggalkan rumah karena mengikuti seorang laki-laki tidak benar. Penyebab utamanya adalah rasa takut setelah kehilangan uang hasil penjualan gula aren,” tegasnya.

Setelah ditemukan, polisi langsung melakukan pendekatan secara humanis dan memberikan pendampingan kepada remaja tersebut hingga kondisi emosionalnya kembali stabil.

“Saat ini yang bersangkutan sudah kembali bersama keluarganya dalam keadaan baik dan sudah dapat berkomunikasi seperti biasa,” tambahnya.

Iptu Sutomo juga mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mengawasi serta mendampingi anak-anak, terutama yang masih berusia remaja.

Ia menilai komunikasi yang baik dalam keluarga menjadi kunci untuk mencegah anak mengambil keputusan yang keliru ketika menghadapi suatu persoalan.

Di sisi lain, keluarga mengaku sangat bersyukur karena S berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, personel Polsek Jemaja, dan awak media yang telah membantu proses pencarian hingga akhirnya remaja tersebut kembali ke rumah dengan selamat.