Kapolsek juga meluruskan isu yang sempat berkembang di tengah masyarakat bahwa remaja tersebut pergi bersama seorang laki-laki.

Menurutnya, informasi tersebut tidak terbukti berdasarkan hasil pendalaman yang dilakukan polisi.

“Dugaan bahwa yang bersangkutan meninggalkan rumah karena mengikuti seorang laki-laki tidak benar. Penyebab utamanya adalah rasa takut setelah kehilangan uang hasil penjualan gula aren,” tegasnya.

Setelah ditemukan, polisi langsung melakukan pendekatan secara humanis dan memberikan pendampingan kepada remaja tersebut hingga kondisi emosionalnya kembali stabil.

“Saat ini yang bersangkutan sudah kembali bersama keluarganya dalam keadaan baik dan sudah dapat berkomunikasi seperti biasa,” tambahnya.

Iptu Sutomo juga mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mengawasi serta mendampingi anak-anak, terutama yang masih berusia remaja.

Ia menilai komunikasi yang baik dalam keluarga menjadi kunci untuk mencegah anak mengambil keputusan yang keliru ketika menghadapi suatu persoalan.