Menurutnya, wilayah perbatasan memiliki peran strategis karena menjadi beranda terdepan Indonesia berbatasan langsung dengan negara lain.
“Wilayah perbatasan bukan daerah yang terpinggirkan, melainkan halaman depan negara yang harus dijaga bersama – sama. Kehadiran aparat di sana merupakan simbol hadirnya negara bagi masyarakat dan wilayah terluar Indonesia,” kata Kapolsek Jemaja.
Ia menegaskan, patroli perbatasan tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah secara fisik, tetapi juga bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme di kawasan terluar Indonesia.
“Patroli ini bukan hanya tentang pengamanan fisik wilayah, tetapi juga membangun semangat nasionalisme di titik-titik terluar negeri ini,” ucap Ipda Sutomo.
Sutomo juga menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk pengabdian personel Polri dalam menjalankan tugas negara meskipun harus menghadapi medan yang berat dan penuh risiko.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal wilayah NKRI tetap dalam pengawasan dan penjagaan. Walaupun medan yang dihadapi cukup berat, personel tetap memiliki semangat dan komitmen dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.

