Berdasarkan hasil pemantauan, harga bahan pokok di Pasar Tarempa secara umum terpantau stabil.
Namun, sejumlah pedagang mengaku jumlah pembeli mengalami penurunan sehingga berdampak pada omzet harian.
Zuraini (61), pedagang sayur yang telah berjualan lebih dari dua dekade, menyebut kondisi pasar cenderung sepi meskipun harga komoditas relatif normal.
“Harga masih stabil, tapi pembelinya yang tidak ada. Kalau sayur tidak laku, kadang terpaksa dibuang. Dari kebun sudah diambil, tapi pembeli kurang,” ujarnya.
Ia menyebut harga bawang masih berada di kisaran Rp25.000 per kilogram, sementara cabai sekitar Rp80.000 per kilogram, tergantung pasokan.
Menurutnya, berkurangnya pembeli dari pulau-pulau sekitar turut memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
Keluhan serupa disampaikan Nazarudin (52), pedagang ikan di Pasar Tarempa. Ia menuturkan harga ikan menjelang Ramadhan relatif stabil, bahkan beberapa jenis mengalami penurunan karena mengikuti harga dari nelayan.
“Kami jual sistem tumpuk. Kalau beli dari nelayan murah, jumlah ikan dalam satu tumpukan kami tambah. Jadi harga tetap menyesuaikan,” jelasnya.

