Harian Memo Kepri | Tanjungpinang — Sebanyak 180 peserta dari perwakilan 18 kelurahan se Kota Tanjungpinang mengikuti pelatihan dan pemberdayaan masyarakat dalam menanggulangi kebakaran sebagai Barisan Relawan Kebakaran ( Balakar) di Hotel Bintan Plaza, Senin (16/09) pagi.

Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 5 hari ini diisi dengan materi dan praktek tentang bahaya kebakaran, serta cara penanggulangan kebakaran oleh Damkar Provinsi, Damkar, Bintan, Damkar Tanjungpinang dan Basarnas Provinsi Kepri.

Turut Hadir dalam kegiatan ini Walikota Tanjungpinang dan Wakil walikota Tanjungpinang, Wakapolres Tanjungpinang, Kasatpol PP sekaligus Kasat Damkar Tanjungpinang, Dandim 0315 /Bintan, OPD Kota Tanjungpinang.

Walikota Tanjungpinang H Syahrul S. Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa kebakaran bisa membuat kerugian material dan menimbulkan berhentinya usaha besar dan kesehatan jiwa.

Juga kata Syahrul, kebakaran sering kali terjadi di pemukiman dan lahan, terjadinya sumber kebakaran akibat dari kelalaian manusia yaitu merokok, memasak serta menggunakan alat elektronik, gas dan sebagainya.

Ia juga mengatakan bahwa kebakaran bisa terjadi oleh alam seperti petir dan sebagainya.

“Dalam kesempatan ini saya juga menginformasikan bahwa kita sekarang sedang mengalami musim kemarau dan kekeringan serta pengiriman asap dari Kalimantan Selatan , Pontianak, Palembang dan Riau,” katanya.

Walikota yang periode lalu menjabat sebagai wakil walikota ini menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap pengiriman asap, dalam rambu-rambu penilaian Adipura.

“Pembakaran sampah itu hukumnya haram, jika tim penilaian turun kedapatan bekas bakar sampah, yang seharusnya nilai delapan turun drastis menjadi nol atau tiga ini masyarakat wajib tahu semua. yang biasa setiap sore membakar sampah dengan korek api sekarang sudah tidak boleh sekarang sampah kita jadikan pupuk,” ucap Syahrul dengan serius.

Selain terjadinya kebakaran di pemukiman penduduk padat penduduk, tambah Syahrul, sering kali dijumpai kebakaran lahan disertai angin kencang, bahkan kelalaian manusia itu sendiri, baik yang disengaja maupun tidak di sengaja.