HARIANMEMOKEPRI.COM — Wisata Lingga miliki banyak lokasi yang belum tersentuh, salah satunya Pantai Kasar yang terdapat di Desa Linau, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga.

Wisata Lingga Pantai Kasar cukup bagus dengan hamparan pasir putih memanjang ke laut sekitar kurang lebih 50 meter, serta terdapat bebatuan bertingkat seolah bagian ujung berpenutup pada jalan.

Wisata Lingga Pantai Kasar tak membuat bosan mata memandang, apalagi saat musim air surut tempat ini sangat layak dijadikan lokasi tujuan wisata.

Baca Juga: Ini Dia Pekerjaan Nelayan Lingga saat Musim Angin Utara, dari Kerja Bangunan Hingga Petani Musiman

Bagi warga masyarakat sekitar tempat ini dalam beberapa tahun belakangan dikunjungi dalam kegiatan rutinitas mandi safar dengan berbondong-bondong menggunakan perahu sampan atau pompong sambil membawa bekal seadanya.

Pantai yang juga memiliki sejarah yang konon katanya merupakan bekas sebuah kota berkerajaan pada zaman dahulu.

Menyimpan banyak cerita yang sangat menarik terutama mengenai serangan hewan laut bernama teripang atau gamat ke perkampungan sampai ke wilayah kerajaan.

Baca Juga: Sudah Tau Makanan Bakwan, di Lingga Harus Diisi Ikan atau Udang Lo, Jika Tak Gitu Namanya Jadi Lain, Apa Itu?

Sehingga membuat para penghuninya berpindah kampung dikarenakan tak tahan dengan bau menyengat dari teripang yang mati dan menjadi bangkai berserakan.

Dan cerita lainnya tentang pantai ini bahwa pernah ada satu buah helikopter yang melintas kemudian mendarat singgah untuk membuktikan pandangan para awak yang melihat dari atas ke bawah.

Bahwa lokasi ini seperti terdapat pelabuhan dan satu buah perkampungan, yang padahal tidak lagi berpenduduk dan tidak terdapat bengunan seperti yang diceritakan.

Baca Juga: Ikan Kaci Jadi Primadona di Lingga, Harga 1 Kilogram Capai Rp40 Ribu, Pantaskah?

Sayangnya ini belum dapat dibuktikan secara sejarah kebenarannya, akan tetapi menurut cerita warga yang sering melakukan aktifitas disekitar lokasi ini pernah beberapa kali menemukan barang antik dan susunan batu berbentuk sebuah bangunan lama, yang apabila digambarkan dalam cerita dari mulut ke mulut terdengar agak sedikit menyeramkan.

Memang jika dilihat secara langsung, lokasi ini seperti pernah dihuni oleh masyarakat pada sebelumnya, ditambah cerita lainnya oleh beberapa nelayan yang sering menjaring ikan atau memasang bubu kepiting di wilayah ini, kadang mendengar suara seperti orang menangis, mengobrol, dan kadang menjerit merintih.

Ini jugalah yang menjadi salah satu alasan para orang tua yang tinggal di Desa Linau dan sekitarnya, selalu berpesan terutama kepada para remaja yang mengunjungi lokasi ini agar tidak membuat hal sembarangan sebab takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Baca Juga: 3 Seni dan Keahlian Melaut yang Tak Bisa Dipelajari di Medsos, Nelayan Lingga Sudah Akrab dengan Ini, Apa Itu?

Cerita ini didapat dari para tetua yang tinggal di Desa Linau khususnya, dan ada banyak lagi cerita yang belum sempat tersampaikan secara gamblang.