Sementara itu, Sekda Tanjungpinang Zulhidayat mengakui bahwa sektor pariwisata kota saat ini sedang menghadapi tantangan.

Namun, menurutnya, sektor ini memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi meski dengan anggaran terbatas.

“Pariwisata adalah sektor yang tidak membutuhkan investasi besar, tapi mampu memberi dampak ekonomi yang luar biasa,” ujarnya.

Zulhidayat menambahkan, potensi budaya Melayu dan Tionghoa di Tanjungpinang harus diangkat melalui strategi digital marketing dan rebranding destinasi.

Ia berkomitmen untuk melibatkan para konten kreator lokal dalam mengangkat nilai budaya tersebut.