Menurut Guntur, momen depresiasi rupiah terhadap dolar AS menjadi peluang emas untuk mendongkrak sektor pariwisata.

“Kita harus manfaatkan situasi ini untuk menarik wisatawan mancanegara melalui promosi dan pelayanan yang optimal,” ujarnya.

Guntur juga menyoroti arahan kebijakan nasional melalui Perpres Nomor 1 Tahun 2024, yang menetapkan Tanjungpinang sebagai destinasi wisata budaya (culture and heritage).

Dengan perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa, Tanjungpinang memiliki peluang besar untuk melakukan rebranding destinasi.

Ia pun memberikan tiga kiat utama kepada pelaku industri pariwisata agar mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara:

1. Menggencarkan promosi melalui digital marketing,

2. Menjalin kerja sama dengan travel agent untuk menciptakan paket wisata yang unik dan menarik,

3. Meningkatkan kualitas pelayanan produk wisata (service excellence).

Saat ini, Tanjungpinang berada di posisi keempat dari empat pintu masuk wisatawan mancanegara di Kepri.

Guntur mendorong semua pihak untuk melihat Batam, Bintan, dan Karimun sebagai motivasi sekaligus kompetitor.