Ia pun memberikan tiga kiat utama kepada pelaku industri pariwisata agar mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara:

1. Menggencarkan promosi melalui digital marketing,

2. Menjalin kerja sama dengan travel agent untuk menciptakan paket wisata yang unik dan menarik,

3. Meningkatkan kualitas pelayanan produk wisata (service excellence).

Saat ini, Tanjungpinang berada di posisi keempat dari empat pintu masuk wisatawan mancanegara di Kepri.

Guntur mendorong semua pihak untuk melihat Batam, Bintan, dan Karimun sebagai motivasi sekaligus kompetitor.

Sementara itu, Sekda Tanjungpinang Zulhidayat mengakui bahwa sektor pariwisata kota saat ini sedang menghadapi tantangan.

Namun, menurutnya, sektor ini memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi meski dengan anggaran terbatas.

“Pariwisata adalah sektor yang tidak membutuhkan investasi besar, tapi mampu memberi dampak ekonomi yang luar biasa,” ujarnya.

Zulhidayat menambahkan, potensi budaya Melayu dan Tionghoa di Tanjungpinang harus diangkat melalui strategi digital marketing dan rebranding destinasi.

Ia berkomitmen untuk melibatkan para konten kreator lokal dalam mengangkat nilai budaya tersebut.