“Hal ini akan kita wujudkan dengan surat himbauan nantinya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Disbudpar juga menyiapkan strategi untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di Tanjungpinang melalui pengembangan paket wisata terpadu.
Nazri menyebut Batam sebagai pintu masuk utama wisatawan asing di Provinsi Kepulauan Riau memiliki peluang besar untuk mendukung kunjungan wisata ke Tanjungpinang dan Bintan.
Melalui kerja sama antar pelaku industri pariwisata di Batam dan Tanjungpinang, nantinya akan disusun paket perjalanan wisata memungkinkan wisatawan menginap di Tanjungpinang minimal satu malam.
“Sehingga dengan dibuatnya paket wisata tersebut, terdapat paket wisata dimana wisatawan akan menginap di Tanjungpinang minimal satu malam,” jelas Nazri.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Disbudpar akan menggelar famtrip serta audiensi bersama asosiasi dan pelaku industri pariwisata di Batam maupun Tanjungpinang.
Langkah itu diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.

