Pernahkah Anda membayangkan sebuah tempat liburan yang tidak hanya menyegarkan pikiran tetapi juga aktif memperbaiki ekosistem hutan sekitarnya yang sempat rusak akibat perambahan lahan?
Taman Wisata Lembah Biosfer Menoreh yang baru saja dibuka pertengahan tahun ini menghadirkan jawaban konkret atas kebingungan masyarakat perkotaan yang merindukan petualangan alam murni tanpa jejak karbon berlebih.
Tersembunyi rapi di balik rimbunnya perbukitan hijau Kulon Progo, destinasi seluas lima puluh hektar ini mengusung konsep pariwisata regeneratif yang mengajak setiap pengunjung menanam pohon endemik lokal.
Saat pertama kali melangkahkan kaki di area penyambutan, aroma basah tanah humus berkombinasi secara memikat dengan wangi bunga melati hutan yang mekar sempurna di sepanjang jalan setapak batu alam.
Pengelola sengaja membatasi kuota kunjungan harian hanya untuk seratus orang demi menjaga ketenangan satwa liar serta memastikan pengalaman setiap pelancong tetap terasa eksklusif dan personal.
Sensasi Menyatu dengan Alam Lewat Jalur Tajuk Pohon
Atraksi paling memikat di kawasan ini adalah jembatan gantung kanopi sepanjang tiga ratus meter yang melayang stabil di ketinggian tiga puluh meter di atas permukaan tanah lembah.
Dari atas jembatan kayuh yang kokoh ini, pasang mata Anda akan disuguhi pemandangan spektakuler berupa hamparan kanopi hijau bertingkat yang menjadi rumah bagi puluhan spesies burung langka Jawa.
Terpaan angin pegunungan yang bertiup sepoi-sepoi di atas jembatan kanopi ini seketika menyapu rasa lelah setelah berjalan menyusuri tanjakan berbatu yang lumayan menantang dari pintu masuk.

